Aku
tidak punya ide ketika menulis ini, hanya mengalir mengikuti jemariku menari
diatas laptopku yang bernama Maya. Gak ada arti spesial tentang nama itu, hanya
karena laptop ini sering mebawaku ke dunia maya. Gak tau apa yg mesti aku
tulis, banyak ide tapi tidak satupun yg keluar dan fokus untuk mejadi sebuah
tulisan. Menulis itu seni, keindahan. Makanya gak bisa aku paksakan ide itu
untuk fokus dan menghasilkan sebuah tulisan, biarlah jemariku menari mengikuti
aliran air seperti menari di atas jeram seperti yang aku lakukan ketika
berarung jeram. Ketika jemari ku menari, berkelapat di kepalaku berbagai ide,
gimana kalau menuli ini, itu, begini, begitu. Tapi tetap aja ini yang aku
hasilkan, seperti yg kalian baca. Buseeet....
Pikiranku
terus berkelana, terbayang tentang seorang yang berwajah cantik di sana yang
sudah pergi dan tidak akan pernah kembali, gak ngarap juga kali. Terbayang
seorang sahabat yang entah keberadaannya di mana? Yang sudah sembilan tahun
berpisah sejak lulus SMA dan ampe sekarang gak pernah ketemu lagi. Kabar
terakhir dia sudah menikah dan tinggal di suatu daerah, tapi aku sudah berusaha
untuk mencari kontaknya dan meninggalkan pesan ketemannya yang pernah ketemu,
tapi ampe sekarang gak ada hasil. Terbayang tentang kebersamaan dengan beberapa
teman di pulau dewata yang tidak akan terulang lagi karena kaberadaan kita
sudah jauh-jauh dan seperti kebersamaan itu tidak akan pernah terulang lagi.
Terbayang tentang petualangan yg sudah aku lakukan dan pengen aku tulis tapi
gak jadi-jadi, trus terbayang sebuah rencana pendakian dengan seorang teman yang
rencananya mulai dari jaman freendster ampe jaman facebook tapi gak jadi-jadi
ha..ha....
Pikiranku
terus berkelana dan jemari terus menari mencatat apa yang aku pikirkan. Aku
terpikir kembali bagaimana sakitnya di tinggal oleh orang-orang yang tercinta.
Mulai dari orang tua, keluarga sampai pacar. Kebersamaan itu tidak akan pernah
abadi, aku sudah mengalaminya. Kebersamam dengan orang-orang tercinta, sahabat,
pasti ada akhir dari sebuah kebersamaan itu. Entahlah, itu yg terbayang di
kepalaku saat ini.
Kembali
terbayang sebuah usaha yang aku coba lakukan tapi gak jadi-jadi dan sempat
bikin aku stress tapi stresnya langsung ilang karena aku usir dengan kesibukan
yang lain. Sebuah usaha yang mandiri mencoba untuk mencari sesuap nasi dari
usaha sendiri. Tapi gagal bung...
Jemari
ku erus menari mencatat apa yang ada di otakku saat ini. Kembali bernostalgia
di waktu beberapa pendakian di gunung-gunung merapi tertinggi di Indonesia.
Ingin fokus untuk menjadikan sebuah tulisan yang terpisah-pisah dan berbagi
pengalaman. Tapi tetap aja hasilnya apa yg kalian baca ini, susah ni tuk fokus,
tulooong...
Lalu
aku mencoba untuk fokus...hasilnya aku ngantuk karena tadi malam aku begadang
nonton final piala champhion antara Bayer Muchen vs Chelsea. Dan aku akhirnya
memilih untuk tidur dan istirahat, mungkin nanti atau besok aku dapat ide dan
fokus untuk kembali menulis lagi. Aku pikir gak jelek-jelak amat hasilnya, toh
tulisannya apa adanya, apa yang ada di otakku saat ini. Toh menulis jangan
mikir nanti tulisannya begini begitu gak ada yang suka. Pokoknya nulis aja dulu,
gimana nantilah. Menulis itu seni bung, keindahan hati.
Semoga
tidak mengecewakan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
koment baik2