terhenyak aku mendengar kabar itu
marah, kecewa.......aku diam
kembali aku terasing sendiri
menikmati bait-bait kenangan denganmu
yang tidak akan terulang lagi
kembali aku menikmati bintang di sana
teringat tawamu, senyummu
merekah menabur rindu
menikmati syair diam di malam itu
mengadu aku pada bintang tentang rasaku
tanpa kata semuanya berlalu
meninggalkan jejak serpihan rindu
membuyarkan sebuah mimpi
aku diam, diam sang pemberontak
diam sang waktu.......
mencoba mengumpulkan serpihan-serpihan rindu itu
tapi untuk apa?
ini bukan akhir, bintang itu memang tertutup awan
tutuplah slamannya pintaku
biarlah aku menikmati bulannya saja
terang dan mampu menembus awan
dan tidak akan pernah bosan membagi terangnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
koment baik2