Tangannya yang berkeriput, menandakan seorang pekerja keras, yang menjadi saksi perjuanganmu yang luar biasa. Tatapanmu lembut, menandakan sisi keibuan yang penuh kasih sayang. Ketawamu khas, berkarakter, menandakan kerendahahn hati dan selalu ceria. Kau bercerita tentang hari-hari berat yang sudah kau jalani, tentang perjuanganmu menjaga, merawat dan membesarkan 3 anakmu tanpa seorang laki-laki yang mendampingimu.
Kau tetap bekerja sendiri, berkawan dengan kesabaran untuk membiayai anak-anakmu yang menimba ilmu diperantauan. Membanting tulang untuk masa depan mereka. Bahkan ketika anak bungsumu terbaring karena penyakit yang menggrogoti kau masih kuat bertahan dan bersabar, walaupun kau hampir putus asa dengan takdir yang jalani. kau sanggup menjalani ujian itu.
Aku mendengar perjuanganmu, kesabaranmu, keteguhannmu, bahkan aku terhanyut didalamnya, seolah-olah aku bagian dari cerita itu. Kau wanita perkasa, mampu bertahan di tengah badai kehidupan, bahkan hantaman badai itu tidak mampu mengkikis keteguhan perjalananmu. Kau adalah bagian dari ibu-ibu yang ada di muka bumi ini selalu berjuang untuk anank-anaknya, membesarkan dan merawatnya dari belaian kasihmu, yang tidak akan pernah melupakanmu, bahkan di setiap hembusan nafas kami, kamu slalu ada.....IBU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
koment baik2