My Adventure

My Adventure Slideshow: Abus’s trip from Semarang, Jawa, Indonesia to 5 cities Lombok, Surabaya, Denpasar, Cirebon and Jambi was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

Selasa, 31 Januari 2012

Goa Sengayau, biarlah tetap seperti itu




Goa Lapangan termasuk goa vertical dengan kemiringan 90 derajat, di namakan Goa Lapangan karena goa ini mempunyai ruangan yang cukup luas sekitar 2/3 dari luas lapangan sepak bola. Goa Lapangan mempunyai 2 pintu yang pertama dengan vertical yang kedalamannya 40 meter  selanjutnya ketemu  ruangan yang luasnya sekitar 2/3 lapangan sepak bola kemudian melanjutkan perjalanan dengan melewati beberapa lorong dan ornament-oernament yang memanjakan mata.  Jalan tembusnya ke Goa Masjid dan melewati air terjun setinggi 4 meter.
Lorong-lorong antara goa yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan seperti goa lapangan tembusnya ke goa masjid dan di  lorong goa masjid ketemu persimpangan dan itu termasuk goa tancap bias juga langsung menuju goa siam, jadi antara goa yang satu dengan yang lain saling berhubungan tanpa kita harus keluar dulu untuk menuju goa berikutnya. Ornament yang terdapat di dalam goa masih cukup alami dan masih bisa tumbuh walaupun butuh ribuan tahun. Sepanjang lorong goa, stalaktit, stalakmit, gourdam, helaktiti dan pilar masih bisa dinikmati dan sangat memanjakan mata. Bahkan di beberapa tempat ada patung batu yang menyerupai gajah dan patung yang menyerupai orang dengan posisi duduk seperti sedang sholat.



Beberapa jenis flora dan fauna yang mendominasi kawasan goa sengayau seperti Kelapa (Cocous nucifera), Pisang (Musa paradisiacal), Mangga (Mangifera indica), Durian (Durio zibethinus) Bambu (Bambusa), Keladi (Colocasia), Walet Sarang Putih (Collocalia fucphaga), Seriti (Collocalia asculanta), Kutilang (Phycnomutus aurigaster), Perkutut (Geopelia striata), Terkukur (Streptopelia cinarsis), Kelelawar (Tadarida pucata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Lutung (Presbytis cristata) dll.
Kawasan Goa Sengayau dengan potensi ekowisatanya mempunya nilai strategis untuk kemajuan wisata minat khusus di Provinsi Jambi khususnya daerah Kabupaten Merangin. Penerapan wisata goa harus terus berdampingan dengan kelestarian lingkungan, biarlah kawasan Goa Sengayau tetap alami dengan keindahan ornament goanya dan ini Perlu perlindungan hukum supaya kawasan ini tetap terjaga keasriannya. Biarlah para caver yang bisa menikamtinya dari pada terlalu banyak pengunjung yang akhirnya berdampak pada kerusakan struktur goa, kalaupun orang awan ingin menikmati keindahan goa sengayau harus mempunyai jiwa konservatif agar kawasan goa sengayau tetap terjaga ke asliannya.

Rabu, 25 Januari 2012

Gunung Masurai, Keindahan yang tersembunyi

Gunung Masurai (2935 Mdpl) terletak di Provinsi Jambi Kabupaten Bangko dan mencakup 3 Kecamatan yaitu Kecamatam Lembah Masurai, Jangkat dan Sungai Tenang.. Gunung Masurai berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Menurut cerita rakyat di kaki Gunung Masurai, nama Masurai berasal dari dua kata yaitu emas dan terurai, jadi penduduk di kaki gunung melihat emas terurai yang berkilauan di puncak gunung sehingga mereka menyebut gunung itu Gunung Masurai. Gunung Masurai termasuk dalam kategori Sleeping Mountain atau gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Masurai mempunya tiga puncak, Puncak Satu, Puncak Utama dan Puncak Lancip. Di Gunung Masurai juga terdapat 2 danau vulkani yaitu Danau Kumbang 2539 mdpl dan Danau Maboek 2533 mdpl.
   
Dari Jambi menuju Kota Bangko dengan menggunakan bus ataupun travel dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Kemudian sampai di kota bangko dan ganti mobil engkel di Pasar Atas Bangko. Dari Pasar Atas Bangko meluncur menuju Desa Sungai Lalang Kecamatan Lembah Masurai, desa terdekat dari jalur pendakian Gunung Masurai, karena Gunung Masurai mempunyai satu jalur resmi yaitu yang terdapat di desa ini. Dari Bangko menuju Sungai Lalang membutuhkan waktu 6 jam itupun kalau kondisi jalan lagi bagus dan tidak turun hujan karena kalau hujan kondisi jalan becek dan berlumpur karena jalan masih ada yang belum di aspal dan masih jalan tanah dan berbatu.

Hawa dingin sudah mulai terasa ketika memasuki Desa Sungai Lalang dengan penduduk yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani. Di Desa Sungai Lalang terdapat Home Stay pendaki dan pos jaga TNKS. Home Stay biasa di gunakan para pendaki untuk menginap sebelum atau sesudah pendakian. Dari Home Stay menuju Pintu Rimba dengan berjalan kaki memerlukan waktu sekitar 1 jam waktu normal. Perjalanan ke Pintu Rimba melewati kebun penduduk dan sebuah sungai kecil. Hamparan kebun penduduk menjadi pemandangan tersendiri ketika menuju pintu rimba dan di belakang kita berdiri megah Gunung Sumbing (2469 mdpl) dan Gunung Hulunilo (2507 mdpl) suatu keindahan tersendiri yang sayang untuk di lewatkan begitu saja.

Pintu Rimba (1618 mdpl) adalah pintu gerbang memasuki kawasan TNKS di Gunung Masurai dan di tandai dengan adanya plang nama. Dari Pintu Rimba perjalanan dilanjutkan melewati hutan yang lebat untuk menuju shelter 1 (1815 mdpl). Diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Shelter 1. Shelter satu merupakan tempat camp pertama dan terdapat sumber air yang terletak sebelah kiri dengan turun kebawah. Shelter 1 luasnya sekitar 4 x 8 meter dan ditandai sebuah plang nama dan pohon besar yang tumbang. Kalau mau melanjutkan perjalanan ke Puncak Satu, tempat air sebaiknya di isi penuh karena selanjutnya tidak ada lagi sumber air.

Selanjutkan perjalanan di lanjutkan menuju Puncak Satu (2713 mdpl), trek pendakian sudah mulai terasa karena jalan yang di lalui semuanya mendaki, ya namanya juga mendaki gunung. Hutan yang lebat dengan pohon-pohon yang besar menjadi pemandangan di dalam perjalanan menuju puncak satu, mendekati puncak satu pohon-pohon yang besar di tumbuhi lumut. Sebelum Puncak Satu kita melewati simpang yang menuju Danau Maboek (2533 mdpl) dan Puncak Satu. Puncak Satu di tandai plang nama dan lokasi camping ground. Pemandangan sedikit terbuka, Gunung Sumbing dan Gunung Hulunilo terlihat jelas serta Danau Kumbang juga terlihat dari Puncak Satu.  Danau Kumbang sudah menunggu di bawah, waktu yang di tempuh sekitar 30 menit dengan trek kemiringan 90 derajat karena lokasi Danau Kumbang terletak di lembah jadi kita harus turun kebawah. Sebelum turun ke bawah kita melewati persimpangan menuju Puncak Utama dan Danau Kumbang. Biasanya Pendaki memilih ngecamp di sekitar danau karena ada sumber air dan kondisi cukup aman dari angin kecang atau badai.

Danau dengan seluas sekitar 2 Ha menjadi incaran para pendaki, lokasi camping ground yang cukup luas dan kondisinya yang tenang, sangat cocok buat pendaki yang suka ketenangan dan ingin melepaskan pikiran dan jenuh dari hiruk pikuknya kota. Di namakan Danau Kumbang karena dulunya di sini banyak bintik-bintik hitam di pinggir danau dan mengkilat/bersinar dan mirip kumbang, sehingga penduduk menamakannya Danau Kumbang. Danau yang di kelilingi hutan ini menurut mitosnya di jaga oleh seorang kakek tua dan seekor naga, jadi para pendaki diharapkan jangan berlaku amoral di sekitar danau. Pantangannya pun jangan kencing dan buang air besar dengan menghadap ke danau.

Dari Danau Kumbang menuju puncak utama memerlukan waktu sekitar 2 jam dan melalui hutan yang berlumut. Setelah keluar dari simpang Danau Kumbang jalan yang di lalui cukup landai, Shelter 2 (2620 mdpl) terletak sebelum bekas aliran sungai yang sudah mengering jadi  sebaiknya membawa air dari danau karena air menuju puncak utama sangat susah kalaupun ada itu adalah air yang tergenang karena bekas  hujan.

Puncak Utama di tandai dengan plang Puncak dan luas areal yang landai sekitar 4x4 meter dan tertutup pohon cantigi di sekitar puncak, sekitar puncak terdapat lobang bekas pemburu harta karun dan masih ada bekas2 batuan yg menjadi titik tringulasi yang sudah di bongkar oleh orang-orang yang tidak betanggung jawab. Taman edelweis terletak dekat batuan yang sudah di bongkar, pemandangan yang lepas dan hijau serta menikmati edelweis sambil melepas lelah. Sedangkan kalau menuju Puncak Lancip harus melewati Puncak Utama ini tetapi jalurnya sudah tertutup karena sudah lama tidak lalui karena pendaki biasanya cuman sampai di Puncak Utama.

Kamis, 12 Januari 2012

Kesalahan yang sama

kamu tidak lebih dari mereka yang suka mengumbar janji, berpakaian yang sopan, rapi, berpikir intelektual, tapi ternyata apa yang kau ucapkan hanya omong kosong, penampilanmu yang rapi tidak seindah hatimu. kecantikan wajahmu tidak secantik hatimu, ya...mungkin emang benar kau seorang munafik dan aku semakin percaya dengan apa yang aku lihat. Mulutmu yang manis tidak ada perubahan seperti dengan apa yang kau janjikan dan aku telena, sekali lagi terlena dengan manisnya mulutmu.

Apa yang salah ketika 100% kepercayan dikhianati, aku pengen berteriak...buat apa, buat kamu, tidak, mungkin buat waktu yang aku sia-siakan. tapi aku menganggap aku belajar dari itu semua dan tidak henti-hentinya aku belajar dari itu, bahwa wanita cantik emang gak bisa di percaya. wanita yang kau lihat soleha belum tentu seorang muslimah yang selalu memengang omongannya karena takut sama Tuhan. bahwa orang pernah melakukan kesalahan pasti akan melakukan kesalahan yg sama juga. itu karekter yang sudah terbentuk dan tidak bisa dirubah.

Ingat urusan kita belum selesai ketika semua kau anggap selesai begitu saja, kau tidak lebih dari seorang pengkhianat, mengkhianati semua apa yang kau ucapkan. seperti sebuah pelacur jalanan yang tidak pernah puas dengan apa yang didapat untuk malam ini dan besok mencari lagi. sebuah hoby yg aneh dan di luar  kebiasaan.

Mungkin kau bangga dengan apa yang kau jalani sekarang, ingat kecantikanmu hanya sementara, kelapanganmu hanya sesaat. kau telah menabur perih di hati orang, kaupun akan mengalami itu, hukum alam!!! bukan sebuah doa, karena aku sendiri tidak akan berdoa tentang itu.

Alasan apapun tidak akan pernah di terima untuk sebuah pengkhianatan, menangis untuk sebuah pengkhianatan adalah kebodohan, kebodohan adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu bersama seorang pelacur jalanan.