kamu tidak lebih dari mereka yang suka mengumbar janji, berpakaian yang sopan, rapi, berpikir intelektual, tapi ternyata apa yang kau ucapkan hanya omong kosong, penampilanmu yang rapi tidak seindah hatimu. kecantikan wajahmu tidak secantik hatimu, ya...mungkin emang benar kau seorang munafik dan aku semakin percaya dengan apa yang aku lihat. Mulutmu yang manis tidak ada perubahan seperti dengan apa yang kau janjikan dan aku telena, sekali lagi terlena dengan manisnya mulutmu.
Apa yang salah ketika 100% kepercayan dikhianati, aku pengen berteriak...buat apa, buat kamu, tidak, mungkin buat waktu yang aku sia-siakan. tapi aku menganggap aku belajar dari itu semua dan tidak henti-hentinya aku belajar dari itu, bahwa wanita cantik emang gak bisa di percaya. wanita yang kau lihat soleha belum tentu seorang muslimah yang selalu memengang omongannya karena takut sama Tuhan. bahwa orang pernah melakukan kesalahan pasti akan melakukan kesalahan yg sama juga. itu karekter yang sudah terbentuk dan tidak bisa dirubah.
Ingat urusan kita belum selesai ketika semua kau anggap selesai begitu saja, kau tidak lebih dari seorang pengkhianat, mengkhianati semua apa yang kau ucapkan. seperti sebuah pelacur jalanan yang tidak pernah puas dengan apa yang didapat untuk malam ini dan besok mencari lagi. sebuah hoby yg aneh dan di luar kebiasaan.
Mungkin kau bangga dengan apa yang kau jalani sekarang, ingat kecantikanmu hanya sementara, kelapanganmu hanya sesaat. kau telah menabur perih di hati orang, kaupun akan mengalami itu, hukum alam!!! bukan sebuah doa, karena aku sendiri tidak akan berdoa tentang itu.
Alasan apapun tidak akan pernah di terima untuk sebuah pengkhianatan, menangis untuk sebuah pengkhianatan adalah kebodohan, kebodohan adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu bersama seorang pelacur jalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
koment baik2